Jumat, 06 Maret 2009

MENGANTISIPASI KEBERADAAN SAMPAH DI KOTA BANDUNG

Keberadaan kota Bandung saat ini sudah jauh dari kenyamanan dan keamanan. Penyebabnya adalah kembali kepada manusianya sendiri yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya, yang akhirnya berdampak kepada diri kita sendiri yang melakukannya. Misalnya saja sampah, sangat banyak tumpukan tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan dan masyarakat setempat pun tidak mempedulikannya, tidak sewajarnya sampah itu berada di tempat seperti itu, yang seharusnya tempat tersebut adalah untuk para pejalan kaki. Sampah tersebut dibiarkan membusuk yang akhirnya dapat mengganggu kenyamanan lingkungan. Selain tidak nyaman dapat pula mengganggu kesehatan kita sendiri. Hal ini jelas sekali bahwa manusianya sendiri kurang memperhatikan kebersihan, seharusnya kita harus sadar diri bahwa keberadaan sampah dapat mengakibatkan dampak yang berbahaya dan bahkan dapat mengancam nyawa manusia.

Pasar adalah tempat yang paling banyak menyimpan sampah sampah, keadaan yang seperti itu akan berbahaya apabila dibiarkan begitu saja. Semakin banyak tumpukan sampah maka akan semakin banyak pula sarang sarang penyakit yang akan menggerogoti tubuh kita. Ini akan membahayakan diri kita sendiri. Apalagi pada waktu musim hujan tiba, tempat tersebut semakin tidak nyaman dengan keadaan yang becek dan bau sampah yang sangat menyengat.

Kembali lagi ke Bandung, kota yang dulu terkenal dengan kota kembang sekarang jadi kota sampah, kesegaran dan kesejukan Bandung berubah menjadi kebusukan sampah. Karena sudah terbukti bahwa Bandung adalah kota yang paling banyak dipenuhi oleh sampah sampah. Padahal masyarakat Bandung sendiri sudah mengetahui peraturan lingkungan yang sudah di terapkan oleh pemerintahan, tetapi dengan mudahnya mereka melanggar hal tersebut dan tidak melaksanakan peraturannya. Suasana Bandung saat ini mulai memanas terutama pada situasi lingkungan yang semakin tidak nyaman. Gedung gedung yang sudah tidak dapat terhitung lagi, yang diakibatkan karena persaingan ekonomi yang terus menerus untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya bagi para pemilik perusahaan. Sekarang kota Bandung telah berubah menjadi paris van java. Sebenarnya ide seperti itu bagus untuk dijalankan yaitu menjadi sebuah kota yang lebih modern lagi, tapi caranya yang salah. Kita masih belum dapat mengkondisikannya dengan baik. Apakah pantas Bandung dengan julukan paris van java? dengan kondisi lingkungan seperti itu, yang dipenuhi oleh tumpukan sampah.

Adapun yang seharusnya kita lakukan yaitu manfaatkan sampah itu dengan sebaik baiknya, maksudnya adalah apabila sampah tersebut masih layak untuk di pakai misalnya untuk kerajinan tangan maka kumpulkanlah, tetapi jika tidak berguna buanglah.

Seiring berkembangnya zaman, berkembang pula pengetahuan kita, kemudian akal yang menjawabnya. Apabila kita mempunyai banyak akal maka sampah juga akan bermanfaat bagi kita sebagai pengrajin dan bagi orang lain sebagai pembeli produk yang kita buat. Kita bisa memperoleh hasil dari sampah tersebut. Untuk itu pergunakanlah akal dengan sebaik baiknya.

Solusi untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah yaitu:

  • Dengan cara mengadakan tempat penampungan penampungan sampah yang tempatnya tidak terjangkau oleh padatnya penduduk sehingga tidak dapat mengganggu kenyamanan beraktifitas.
  • Sebagai masyarakat setempat harus sadar diri akan adanya sampah yang dapat mengancam tubuh kita sendiri jika tidak di bersihkan.
  • Pemerintah harus terus mengawasi masyarakat supaya mereka lebih berhati hati lagi dalam menghadapi sampah.
  • Selain masyarakatnya sendiri menyadari akan kebersihan, petugas kebersihan juga harus lebih gesit lagi dalam menjalankan tugasnya.
  • Mengantisipasi terjadinya banjir hebat yang diakibatkan oleh sampah yang di buang secara sembarang di sungai.
  • Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam memberikan suatu peraturan mengenai kebersihan lingkungan.
  • Jika hal tersebut dilanggar oleh masyarakat maka pemerintah harus memberikan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya.

Kenyataannya sampai saat ini, sampah masih belum bisa ditanggulangi walaupun pemerintahannya sendiri sudah memberikan peraturan yang khusus buat sampah. Jadi jika sudah seperti ini yang disalahkan siapa? Masyarakat setempat? Petugas kebersihan? Atau bahkan pemerintahannya sendiri yang membuat peraturan? Inti dari masalah ini adalah dikembalikan lagi kepada manusianya sendiri, yaitu tidak boleh selalu bergantung kepada orang lain yang belum tentu orang lain tersebut mampu melakukannya. Jika kitanya sendiri ingin menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan lingkungan maka hidup akan terasa lebih sehat dan menyenangkan lagi.

Sampah bisa jadi merugikan atau bahkan jadi menguntungkan kita. Akan merugi apabila telah membusuk karena dibiarkan begitu saja, tidak dibersihkan, yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit yang dapat membahayakan diri kita sendiri. Misalnya saja kita terserang penyakit demam berdarah, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, selain itu juga akan terserang gatal gatal yang disebabkan oleh banjir dan penyakit lainnya. Sampah akan dapat menguntungkan apabila hal tersebut dimanfaatkan oleh kita, yaitu mendaur ulang kembali sampah menjadi sesuatu hal yang berguna bagi kita. Kita bisa memperoleh keuntungan dari sampah dan orang lain dapat menikmati hasil dari kerajinan kita.

4 komentar:

  1. penangulangan samapah dikota bandung harus dimulai dari kita sendiri...... jangan lah buang sampah sembaran.... tidak beli makanan dengan memakai plastik atau kertas tapi kita bawa rantang sendiri hehehehe

    BalasHapus
  2. rantang ya pak...hehehe
    iyalah tar mah bwa rantang sendiri...
    pak mnta blognya hehehe

    BalasHapus
  3. pak salah bkan blog tp facebook,knapa jd blog ya....

    BalasHapus
  4. pak klo pngn pnya pengkut gmna caranya...

    BalasHapus