Endang Suyapto (35) supir angkot, mengaku pendapatan yang diperolehnya setiap hari masih kurang, karena hasil yang diperoleh terkadang tidak mencapai target.
Endang bekerja sebagai supir angkot sejak tahun 1998. Ia mengaku bahwa pengeluaran yang didapat labih besar dari pada pendapatan. “Karena ditargetkan Rp.110.000 per orang setiap hari, jadi kalau ada lebihnya itu buat bapak, tapi kadang-kadang suka nombok. “ tutur Endang.
Penghasilan yang diperoleh Endang sendiri tidak tentu, paling besar hanya sekitar Rp.20.000 sampai dengan Rp.30.000 per hari. Hambatannya yaitu, karena sudah terlalu banyak orang yang sudah memiliki kendaraan pribadinya sendiri, sehingga penumpang angkot tersebut berkurang. Selain itu hambatan yang lain juga adalah adanya pemungutan karcis yang dilakukan oleh dinas perhubungan, yang dapat mengurangi hasil pendapatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar